{"hotelplace":{"lat":"-8.2028701","lng":"114.3202376"},"placepoint":[{"placename":"Sahid Osing Kemiren Banyuwangi","placedesc":"Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, RT 02 RW 02 Ds Krajan Banyuwangi Phone: 0333 3383192","markerplacedesc":"Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, RT 02 RW 02 Ds Krajan Banyuwangi Phone: 0333 3383192","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/unit\/SOKB\/SOKB_picture.jpg","lat":"-8.2028701","lng":"114.3202376","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/SOKB_marker.png","pid":"pidSOKB","linkdetail":" Hotel details<\/a> "},{"placename":"Banyuwangi Agro Expo (Desa Taman Suruh) ","placedesc":"

Tujuan dari pertanian kreatif di wilayah paling ujung timur di Pulau Jawa ini untuk membangkitkan semangat, khususnya bagi generasi muda dalam pembangunan pertanian di Banyuwangi melalui kreativitas dan inovasi.Misalnya dengan menanam semua pertanian dan memberikan contoh cara budidaya yang tepat sesuai SOP. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga ikut memberi dukungan.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Banyuwangi Agro Expo.jpg","lat":"-8.1881945","lng":"114.2955141","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/flowers.png","pid":"pid122","linkdetail":""},{"placename":"Barong Ider Bumi (Desa Kemiren)","placedesc":"

Tradisi ini diselenggarakan di desa Kemiren, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa Kemiren adalah sebuah desa wisata yang merupakan perkampungan asli suku Osing. Tradisi Ider Bumi yang digelar selepas Hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai sarana untuk mengusir bala (bencana).<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Barong Ider Bumi.jpg","lat":"-8.2030117","lng":"114.320772","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/festival.png","pid":"pid120","linkdetail":""},{"placename":"Festival Kopi Sepuluh Ewu (Desa Kemiren)","placedesc":"

Festival Ngopi Sewu digelar swadaya oleh warga Desa Kemiren. Ini sebagai bentuk penghormatan warga kepada para pengunjung dengan menyuguhkan kopi yang telah menjadi budaya warga Kemiren.<\/p>\r\n

Untuk mempersiapkan 10 ribu cangkir kopi, warga Kemiren menyiapkan tak kurang dari 350 Kg bubuk kopi khas Banyuwangi. Ada beragam varian yang disajikan. Mulai dari arabica, robusta hingga house bland.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Festival Kopi Sepuluh Ewu.jpg","lat":"-8.2030117","lng":"114.320772","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/coffee.png","pid":"pid121","linkdetail":""},{"placename":"Jiwa jawa Resort Banyuwangi- Gandrung Terakota","placedesc":"

Event ini digelar di Taman Gandrung Terakota, kawasan Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Ada pertunjukan Sendratari Meras Gandrung, Jam Session bersama Bintang Indrianto & Denny Chasmala serta syukuran panen padi Slametan Pecel Pitik & Kebo-keboan.Sendratari ini digelar setiap bulan sepanjang tahun mulai Januari 2019. Festival Lembah Ijen menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang gandrung profesional, yang tidak hanya menari tetapi juga piawai menjadi sinden.Lokasi event, Taman Terakota, berdiri di atas hamparan sawah produktif seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen. Terdapat ratusan patung gandrung dari gerabah (terakota) yang diletakkan di sawah tanpa mengubah fungsi sawah. Di kawasan tersebut terdapat amphiteater dan sebuah panggung dari bambu yang menjadi pentas bagi penari.Mengambil latar belakang jaman kolonial Belanda, atraksi ini berlangsung menarik. Dimainkan seniman asli Banyuwangi dari berbagai usia, mulai 7 hingga 60 tahun lebih ini, pertunjukan sendratari berhasil memikat penonton yang hadir.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Festival Lembah ijen.jpg","lat":"-8.1751991","lng":"114.2597551","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/dancinghall.png","pid":"pid119","linkdetail":""},{"placename":"Kopat sewu \/ Puter kayun (Desa Boyolangu)","placedesc":"

kegiatan ini merupakan kearifan lokal warga setempat untuk menghormati tokoh agama islam yang tergabung dalam walisongo yaitu sunan muria. Perayaan sewu kupat biasanya berlangsung sepekan usai hari raya idul fitri atau 7 syawal.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Kopat sewu.jpg","lat":"-8.1195357","lng":"111.8942801","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/festival.png","pid":"pid117","linkdetail":""},{"placename":"Pantai Boom\/Pantai Marina Banyuwangi","placedesc":"

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi – Banyuwangi dikenal yang merupakan kota Gandrung & Gandrung identik dgn Banyuwangi.Tari Gandrung adalah kesenian original yg lahir & berkembang di Banyuwangi & mempunyai histori yg panjang. Gandrung yg berasal dari Bahasa Banyuwangi yg berarti gemar, tergila-gila, atau terpesona. Penduduk Banyuwangi sendiri menterjemahkan gandrung sbg bentuk terpesona atau kekaguman penduduk Blambangan yg agraris pada Dewi Sri yang merupakan Dewi Padi yg mengambil kesejahteraan bagi penduduk. Tari Gandrung dipersembahkan yang merupakan bentuk rasa syukur warga sehabis panen. Filosofi penghormatan kepada Dewi Sri inilah yg jadi spirit warga buat mengembangkan & melestarikan Tari Gandrung. Awalnya Tari gandrung dibawakan oleh penari pria dgn dandanan wanita. Tapi bersama berkembangnya Islam di bumi Blambangan, Gandrung Lanang mulai sejak pudar. Konon faktor ini berkenaan bersama falsafah Islam yg menabukan lelaki berdandan ala wanita. & zaman Gandrung lanang memang lah berhenti sesudah kematian penari terakhirnya, Marsan. Di Banyuwangi dengan cara resmi Gandrung sudah dinobatkan sbg ikon daerah. Bertepatan dgn hri menjadi Kab Banyuwangi 2002, Gandrung dikukuhkan juga sebagai maskot Kab Banyuwangi. Diberbagai ruang dibangun patung penari Gandrung, menukar lambang diawal mulanya, ular berkepala Gatot Kaca.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Festival Gandrung Sewu.jpg","lat":"-8.2074429","lng":"114.3847732","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/beach.png","pid":"pid123","linkdetail":""},{"placename":"Tari Seblang (Oleh sari & Bakungan)","placedesc":"

Ritual seblang adalah salah satu ritual upacara masyarakat osing yang hanya di jumpai di dua desa dalam wilayah kecamatan glagah yakni desa oleh sari dan bakungan.Ritual ini di laksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala agas desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. penyelenggara tari seblang di dua desa tersebuat berbeda waktunya, di desa oleh sari di selenggarakan satu minggu setelah idul fitri dengan penari perempuan yang masih perawan, sedangkan di desa bakungan yang bersebelahan di selenggarakan seminggu setelah idul adha dan penarinya harus perempuan yang masih menopouse. Namun keduanya juga mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama ditarikan selama tujuh hari berturut-turut dalam kondisi sang penari kerasukan (trance) roh leluhur.[Para penarinya dipilih secara supranatural oleh seseorang yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan Gambuh atau juga dikenal sebagai pawang, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/tari Seblang.jpg","lat":"-8.215649299999999","lng":"114.320772","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/festival.png","pid":"pid116","linkdetail":""},{"placename":"Tumpeng Sewu (Desa Kemiren)","placedesc":"

Tumpeng Sewu adalah salah satu tradisi budaya Osing. Tradisi ini diselenggarakan di desa Kemiren, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa Kemiren adalah sebuah desa wisata yang merupakan perkampungan asli suku Osing. Di setiap tahunnya dilaksanakan Festival Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Bukan hanya sebuah ritual adat, namun festival ini kini menjadi atraksi wisata Banyuwangi yang dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai penjuru desa maupun wisatawan. Tumpeng Sewu biasanya digelar seminggu sebelum Idul Adha. Sebelum makan tumpeng sewu warga akan di ajak berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana, dan sumber penyakit karena ritual tumpeng sewu diyakini merupakan selamatan tolak bala. Setiap rumah warga mengeluarkan minimal satu tumpeng yang diletakkan di depan rumahnya. Karena banyaknya tumpeng yang dihadirkan maka dari sinilah asal muasal nama festival tumpeng sewu yang berarti seribu tumpeng.<\/p>","markerplacedesc":"","placeimg":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/Tumpeng Sewu.jpg","lat":"-8.2030117","lng":"114.320772","icon":"https:\/\/sahidhotels.gumlet.io\/assets\/images\/maps\/festival.png","pid":"pid118","linkdetail":""}]}